Pages

Saturday, November 23, 2013

Tambal Ban Usaha Modal Ringan


Volume alat transportasi seperti motor dan mobilsemakin hari semakin bertambah banyak. Apa lagi dikota-kota besar, kemacetan terjadi dimana-mana karena saking banyaknya jumlah kendaraan yang sedang mobile. Kondisi ini bisa Anda manfaatkan sebagaipeluang bisnis yang amat bagus, mulai dari montir, cuci motor dan mobil, dan juga tambal ban.
Konsumen
Konsumen bisnis jasa tambal ban adalah para pengguna motor maupun mobil yang berlalu lalang di jalan. Kemungkinan terjadinya ban bocor, diluar kendali seseorang. Jadi semua orang membutuhkan jasa tambal ban.
Info bisnis
Untuk memulai bisnis tambal ban bisa dilakukan dengan memilihlokasi usaha terlebih dahulu. Karena tidak membutuhkan lokasi yang luas, maka bisnis ini bisa dibuka dengan memanfaatkan lokasi di pinggir jalan atau di teras rumah Anda.
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk usaha tambal ban, mudah dan menguntungkan ini, antara lain kompresor, alat pres ban, ember, lem iabon, karet ban, dll. Biasanya selain melayani jasa tambal ban, para pelaku bisnis ini juga melayani jasa pompa ban. Jadi pelaku usaha memperoleh omset tambahan dalam menjalankan bisnis tersebut.
Untuk jasa tambal ban motor, biasa dipasang harga Rp 5.000,00, sedangkan untuk tambal mobil dipatok harga Rp 8.000,00. Kebanyakan para pengusaha bisnis tambal ban, membuka usahanya di pinggir jalan yang ramai dilalui orang. Sehingga peluang meraih untung dari bisnis tambal ban semakin besar.
Kelebihan bisnis
Dari sekian banyak peluang usaha yang ada, yang paling mudah dan hanya membutukkan modal kecil yaitu tambal ban. Disamping itu Anda tak perlu mempunyai keahlian khusus untuk memulai usaha ini. Cukup latihan kepada yang ahli selama satu hari pun Anda sudah bisa melakukannya.
Kekurangan bisnis
Hampir disetiap ruas jalan, bisa ditemukan pelaku bisnis tambal ban. Sehingga persaingan bisnis ini sangat tinggi. Sebaiknya carilah lokasi yang belum ada saingannya, sehingga pangsa pasarnya lebih luas.
Pemasaran
Biasanya strategi pemasaran yang dilakukan para penambal ban yaitu dengan memasang ban bekas dan dilengkapi dengan tulisan tambal ban. Disamping itu mereka juga memasang kompresor diluar, sehingga orang yang melewati jalan tersebut mengetahui keberadaan bisnis tambal ban tersebut. Strategi pemsaran seperti itu ternyata cukup efektif bagi bisnis tambal ban.
Untuk mendapatkan banyak konsumen, sebaiknya carilah lokasi yang ramai seperti di lingkngan sekolah, kampus, maupun di ruas jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor.
Kunci sukses
Yang perlu sangat diperhatikan ialah tempat usaha Anda, Anda harus mencari tempat yang ramai minimal 5 – 10 kendaraan permenit yang lewat. Selain itu tingkatkan kemampuan Anda dalam menambal ban, karena konsumen tidak senang jika menunggu tambal ban terlalu lama.
Analisa Ekonomi

Modal Awal:
Mesin kompresor 1 buah                        Rp  3.000.000,00
Pres ban 1 buah                               Rp  1.000.000,00
Alat tambal ban 1 buah                        Rp    500.000,00
Kompor                                        Rp    300.000,00
Sendok ban motor 1pasang                      Rp    100.000,00
Sendok ban mobil 1 pasang                     Rp    300.000,00
Kunci-kunci                                   Rp    500.000,00
Bak karet                                     Rp     50.000,00+
Jumlah                                        Rp  5.750.000,00

Masa pakai peralatan 4 tahun.
Residu penyusutan Rp 1.000,00.

Biaya penyusutan per tahun:
(Rp 5.750.000,00 – Rp 1.000,00) : 4          = Rp 1.437.250,00

Biaya penyusutan perbulan:
Rp 1.437.250 : 12                            = Rp   119.770,00

Biaya operasional
Perlengkapan
(lem,karet tambal,minyak tanah,dll)            Rp   500.000,00
Listrik, air dan telpon                        Rp   150.000,00
Sewa tempat                                    Rp   500.000,00
Penyusutan peralatan                           Rp   119.770,00
Gaji karyawan                                  Rp   750.000,00
Lain-lain                                     Rp   100.000,00+
Jumlah                                         Rp 2.119.770,00

Omzet per bulan
Tambal ban motor (10 x 30 hari x Rp 5.000,00)  Rp 1.500.000,00
Tambal ban mobil (8 x 30 hari x Rp 8.000,00)  Rp 1.920.000,00+
Total                                          Rp 3.420.000,00

Laba per bulan
= Omzet – biaya operasional
= (Rp 3.420.000,00 - Rp 2.119.770,00)
= Rp 1.300.230,00

ROI (Return of Investment)
( modal awal : laba bersih per bulan )  = ± 5 bulan

Source  :  bisnisukm.com
Proposal Usah Terkait  :
Proposal Usaha Cuci Motor
Menjual Helm
Proposal Usaha Fotocopy

Wednesday, November 6, 2013

ETIKA BISNIS

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham dan masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap profesional.
setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah rendahnya.
setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan yang tidak etis yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair, dan discrimination. Maka dari itu dalam perspektif mikro, bisnis harus percaya bahwa dalam berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan. “Etika bisnis merupakan pola bisnis yang tidak hanya peduli pada profitabilitasnya saja, tapi juga memerhatikan kepentingan stakeholder-nya. Etika bisnis tidak bisa terlepas dari etika personal, keberadaan mereka merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dan keberadaannya saling melengkapi. Etika bisnis seorang merupakan perpanjangan moda-moda tingkah lakunya atau tindakan-tindakan konstan, yang membentuk keseluruhan citra diri atau akhlak orang itu. Etika bisnis merupakan salah satu bagian dari prinsip etika yang diterapkan dalam dunia bisnis. Istilah etika bisnis mengandung pengertian bahwa etika bisnis merupakan sebuah rentang aplikasi etika yang khusus mempelajari tindakan yang diambil oleh bisnis dan pelaku bisnis.

Kesaling - tergantungan antara bisnis dan masyarakat
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.

Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian latihan keterampilan, dll.
Akuntan
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi,  objektif dan mengutamakan integritas.  Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya  telah membuktikan  bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika.

Contoh penerapan moral dalam dunia bisnis:
1.               Bersaing dengan sehat untuk mencapai target bisnis.
2.               Memperhatikan kesejahteraan karyawan ataupun golongan rendah.
3.               Tidak mudah tergoda dengan godaan yang cenderung akan merugikan orang lain.

Contoh penerapan etika dalam dunia bisnis:
1.               Pada saat menjelang hari raya, para anggota DPR dilarang menerima bingkisan dalam bentuk apapun (pengendalian diri)
2.               Pada saat ramadhan, pelaku bisnis mengadakan santunan kepada anak yatim (pengembangan tanggung jawab sosial).
3.               Menciptakan sebuah perencanaan yang akan digunakan dalam memajukan dunia bisnis kedepannya (menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan).
4.               Menaati segala peraturan yang telah ditetapkan perusahaan dan menjalankannya dengan sebaik mungkin (konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama).

Referensi :

Sunday, November 3, 2013

Angkringan Jogja : Usaha Makanan


Warung makan angkringan mungkin identik dengan Yogyakarta, namun konsep usaha warung makan ini bisa diterapkan dimana saja. Tidak hanya di Kota Jogja, bahkan kota – kota besar lainnya juga bisa mendirikan usaha ini. Dalam membuka warung makan ini relatif mudah dan membutuhkan modal yang tidak terlalu besar.
Konsumen penggemar angkringan, biasanya beranggapan bahwa warung makan ini selain harganya lebih murah, menu makanan di angkringan lebih lengkap dengan aneka gorengan, sate usus atau sate tusuk, ceker ayam, kerupuk, bacem tahu tempe, bacem kepala dan ekor,  tempe mendoan, pisang goreng dan tahu goreng. Dan yang paling populer di kalangan konsumen adalah sego kucing(nasi kucing), nasi seukuran kepalan tangan (sega sak kepel) ditambah sak ipit sambel bandeng, sambel teri atau oseng tempe. Sementara minumnya kita bisa menikmati aneka teh panas, wedang jahe, kopi jahe, susu jahe, wedang kopi, kopi susu, wedang tape, wedang jeruk, dll.
Konsumen
Angkringan menjadi salah satu tempat asyik untuk makan, minum bahkan hanya unutuk sekedar berinteraksi dan bersantai dengan rekan maupun kerabat. Hal ini menjadikan angkringan sebagai tempat favorit bagi semua kalangan, dari mulai anak muda, orang tua, para rakyat jelata hingga para pejabat negara pun selalu mencari angkringan tiap berkunjung ke kota Jogja. Nostalgia angkringan ala Jogja sudah menjadi rutinitas baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.
Info Bisnis
Menurut sejarahnya, angkringan berasal dari kata angkring ataunangkring yang artinya duduk santai. Nangkring dalam bahasa Jawa berarti duduk dengan posisi nyaman, terkadang dengan mengangkat salah satu kaki ke kursi. Dengan konsep warung yang berbentuk gerobak yang ditutup dengan terpal atau tenda plastik, maka tidak sah kiranya kalau berkunjung ke Yogyakarta tidak mampir menikmati beragam aneka panganan khas rakyat kecil tersebut. Dengan uang Rp.3.000,00 kita sudah bisa memanjakan perut dengan makan nasi kucing, gorengan, ditambah satu gelas minuman hangat.
Angkringan sendiri menjadi istimewa karena interaksi sosial yang terjadi di dalamnya. Warung yang bisa menjadi contoh sebuah sistem paling sederhana yang sebenarnya pantas menjadi model untuk hubungan sosial, meskipun tidak bisa mencakup semua aspek. Egaliter atau sederajat adalah ciri khas utama warga angkringan. Tidak peduli siapa yang datang ke angkringan. Apabila ia sudah datang ke angkringan, ia harus siap berbaur tanpa memakai jabatan doktor, insinyur, pengacara, haji, atau yang lainnya. Inilah yang membuat warga angkringan menjadi akrab. Belajar mendengar orang lain sekaligus belajar menyampaikan pendapat pun menjadi aktivitas biasa yang tak membosankan, ditemani gorengan dan sesekali sruputan wedang jahe.
Suasana angkringan ditanggung Jogja banget. Kita bisa ngangkring sebetah-betahnya, bisa sendiri, berdua, bahkan rombongan tanpa khawatir diusir, hal tersebut juga dikarenakan warung-warung angkringan buka hingga dini hari. Sebuah peluang usaha yang sederhana yang bisa mendatangkan keuntungan jika anda mau terjun menggeluti usaha angkringan.
Pemasaran
Usaha angkringan pemasarannya tidak terlalu sulit, karena image murah dengan suasana santai selalu dicari para konsumen. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis angkringan, hanya melalui promosi dari mulut ke mulut usaha ini sudah banyak dicari konsumen. Ciri khas yang selalu menjadi image angkringan jogja, yaitu menggunakan gerobak dan terpal untuk membuka usaha. Ciri khas tersebut secara tidak langsung memberitahukan keberadaan usaha angkringan Anda kepada para konsumen.
Kelebihan bisnis
Bisnis angkringan tidak membutuhkan modal besar, sehingga siapa saja bisa memulai bisnis ini. Selain itu saat ini banyak juragan angkringan yang menyewakan gerobak serta peralatan bisnis angkringan, bahkan ada yang sudah menyediakan lengkap dengan menu makanannya. Jadi bagi Anda yang tidak memiliki modal besar maupun tidak bisa memasak, jangan berkecil hati. Karena Anda masih bisa menjalankan bisnis ini dengan menjalin kerjasama.
Kekurangan bisnis 
Jika ditanya mengenai kekurangan usaha angkringan, sebenarnya sulit untuk menjelaskan. Karena usaha ini lebih banyak memberikan kemudahan, maka tak heran jika usaha ini banyak dijalankan orang. Sehingga persaingan bisnisnya pun sudah tidak dapat diragukan lagi, sudah sangat tinggi. Bisa jadi satu ruas jalan ada dua sampai tiga usaha angkringan yang menjajakan dagangannya.Oleh karena itu sebaiknya Anda memberikan nilai lebih pada angkringan Anda, agar pelanggan Anda tetap loyal dan tidak berpindah ke angkringan lainnya.
Kunci sukses
Salah satu kunci kesuksesan jika anda ingin membangun usaha ini adalah pemilihan lokasi, karena lokasi ini bisa mempengaruhi dari minat pembeli di sekitarnya. Di Jogja, lokasi yang paling sering dipilih untuk membuka warung angkringan antara lain: tempat mangkal ojek, taksi, becak, daerah kost – kostan, sekitar kampus-kampus, ruko – ruko, dekat dengan supermarket atau mall, pinggir jalan raya yang rame dan daerah pertokoan. Lokasi – lokasi tersebut biasanya yang bisa menghadirkan pembeli lebih banyak.
Bagi anda yang ingin memulai usaha dengan memiliki modal usaha kecil – kecilan, warung makan angkringan ini bisa menjadi salah satu alternatif usaha anda. Yang harus anda lakukan terlebih dahulu sebelum memulai usaha ini adalah melakukan survey lokasi di daerah anda. Setelah itu, anda mencari orang yang bisa mensuplay nasi dengan lauk oseng tempe atau sambal ikan teri, serta macam – macam gorengan. Anda bisa bertanya jika sudah ada warung angkringan di daerah anda, biasanya untuk mendapatkan info suplier nasi dan gorengan dari penjaga warung sangat mudah. Jika didaerah anda tidak ada yang menjadi suplier, anda bisa membuatnya sendiri dengan skala kecil – kecilan. Bahkan anda bisa menjadi suplier bahan baku tersebut, untuk dipasarkan pedagang lainnya.

Analisa Ekonominya

Kebutuhan Modal
Pembuatan Gerobak                              : Rp 1.500.000
Terpal / Tenda                                 : Rp   150.000
Peralatan Masak
(Ceret 3bh,Gelas,Sendok,Anglo/Tempat Arang)    : Rp   400.000
Stock Bumbu dapur
(Gula,Es Balok,Teh,Jeruk,Jahe,Susu Kaleng,Kopi Sachet,Arang)                                                 : Rp   100.000+
TOTAL                                          : Rp 2.100.000

Omset per hari
Nasi kucing 50 x 1.000  : Rp    50.000
Minuman 75 x 1.000      : Rp    75.000
Snack 50 x 500          : Rp    25.000+ (sistem konsinyasi)
TOTAL                   : Rp   150.000

Omset per bulan
Rp 150.000 x 30 hari     :Rp 4.500.000

Biaya Operasional / bln
Bahan baku
( Rp 75.000/hari x 30 ) :Rp 2.250.000
Membayar konsinyasi snack
(50 bh x @Rp 400 x 30 hr):Rp   600.000
iuran listrik            :Rp    25.000+
TOTAL                    :Rp 2.875.000

Laba Bersih per bulan 
( Rp 4.500.000 - Rp 2.875.000 ) = Rp 1.625.000

ROI (Return of Investment)
( modal awal : laba bersih per bulan ) = < 2 bulan

Source  :  http://lh5.ggpht.com/
Proposal Usaha Terkait  :
Proposal Usaha Sate Ayam
Proposal Usaha Gorengan
Proposal Usaha Keripik Singkong

Wednesday, October 16, 2013

ETIKA, PROFESI DAN ETIKA PROFESI

ETIKA
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik..
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
1.     ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2.     ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
PROFESI
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai.
Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
PROFESIONAL adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.
PERANAN ETIKA DALAM PROFESI :
1.     Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.
2.     Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.
3.     Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya.
PROFESI :
1.     Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
2.     Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
3.     Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
4.     Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL :
1.     Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
2.     Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
3.     Hidup dari situ.
4.     Bangga akan pekerjaannya.
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1.     Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3.     Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4.     Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5.     Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Dapat diambil kesimpulan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata-rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat.
Syarat-syarat Suatu Profesi :
1.     Melibatkan kegiatan intelektual.
2.     Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3.     Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
4.     Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5.     Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
6.     Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7.     Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8.     Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
ETIKA PROFESI

Pengertian Etika Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
Tiga Fungsi dari Kode Etika Profesi
1.     Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
2.     Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
3.     Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

KESIMPULAN
ETIKA dapat dinyatakan sebuah aturan prilaku, kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk dalam hidup ber masyarakat
PROFESI merupakan pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
ETIKA PROFESI adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...