Pages

Showing posts with label General Management. Show all posts
Showing posts with label General Management. Show all posts

Monday, October 12, 2015

Persaingan Bisnis SPBU

Persaingan bisnis SPBU akan semakin ketat dan atraktif. Apalagi makin banyak pemain dari luar yang masuk dan beroperasi di Indonesia. Kendati akhir-akhir ini BBM mengalami masalah di negeri ini, perusahaan penyuplai BBM ini, terus tumbuh pesat setiap tahun. Pertumbuhannya sangat pesat, seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat setiap tahun. Selain itu, kebutuhan industri pun juga sangat tinggi. ''Kebutuhan BBM di Indonesia untuk jenis premium mencapai 56 ribu kiloliter (KL) per hari, dan untuk jenis diesel mencapai 70 ribu kiloliter per hari. Sepanjang tahun 2004, kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap BBM mencapai 64,4 miliar liter. Dari jumlah itu, kebutuhan untuk transportasi (ritel) dan industri cukup berimbang. Besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan BBM ini, membuat perusahaan asing tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia dan mencoba bersaing memperebutkan kue yang ada.
Di Indonesia, pasar BBM dikuasai oleh Pertamina. Jumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina mencapai lebih dari 3.600 buah. Sementara itu, perusahaan asing lain yang saat ini sudah beroperasi di Indonesia adalah Royal Ducth Shell (Shell) asal Belanda dan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) asal Malaysia.

Saat ini, Shell Indonesia telah merambah ke Jawa Timur, dengan membuka cabang SPBU-nya di Jl. Raya Waru, Sidoarjo, tepatnya disebelah Ruko Gateway Waru. Lokasinya sengaja dipilih dengan diapit oleh 2 SPBU Pertamina, yang tidak lain adalah pesaing utama Shell.

Di dunia, Shell adalah perusahaan terbesar dalam bisnis ritel BBM, dengan memiliki lebih dari 46.000 SPBU di lebih dari 90 negara. Indonesia merupakan pasar kunci untuk pertumbuhan. Shell sejauh ini telah mengoperasikan SPBU di Lippo Karawaci, Jl. S. Parman dan Jl. Kyai Tapa, Jakarta Barat, Jl. Letjen. Suprapto, Jakarta Pusat serta Mampang Prapatan dan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pembukaan SPBU Shell Waru ini menekankan komitmen jangka panjang Shell di Indonesia.
Sementara itu, Petronas telah memiliki empat SPBU di Jakarta, yakni di Cibubur (Jaktim), Lenteng Agung (Jaksel), Pekayon (Bekasi), Cikokol (Tangerang). BBM yang ditawarkan berupa Primax 92, Primax 95 dan Diesel.
Selain Shell dan Petronas, kabarnya, perusahaan minyak raksasa asal Perancis, Total, juga berencana menanamkan investasinya di Indonesia dan siap merebut hati masyarakat Indonesia. Total berencana membangun enam SPBU di Jakarta.
Presiden Direktur Total, Thierry Desmarest seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengatakan, pihak Total sangat tertarik dengan prospek bisnis SPBU di Indonesia. Karena itu, pihaknya telah menambah investasi sebesar enam juta dolar AS di Indonesia selama lima tahun, yang digunakan untuk eksplorasi sumber minyak dan gas baru.

Kabarnya, Total saat ini juga sedang melanjutkan negosiasi dengan Pertamina untuk menambah produksi gas untuk domestik dan ekspor.
Saat dimintai tanggapannya mengenai kehadiran sejumlah perusahaan asing dalam bisnis SPBU ini, pihak Pertamina mengatakan, hal justru makin membuat Pertamina diuntungkan. Selain itu, tentu saja, konsumen pula yang senang. Pertamina melihat, hadirnya para pesaing dalam bisnis SPBU ini akan makin membuat Pertamina tambah kuat. Kenapa? Karena Pertamina akan semakin mempercepat proses transformasi dalam segala bidang, mulai dari layanan, sistem informasi hingga kinerja operator. Apalagi, sebagai pemain yang sudah lama berkiprah dalam bisnis ini dan merupakan pemain dengan pangsa pasar terbesar, Pertamina memiliki jaringan infrastruktur yang sangat luas.

Layanan Terbaik
Saat ini dan di masa depan, persaingan bisnis SPBU semakin ketat dan atraktif. Sebab, bukan saja masing-masing perusahaan akan pure (murni) berbisnis BBM, melainkan juga akan merambah fasilitas lainnya. Hal itu juga diungkapkan Media Relation Petronas Niaga Indonesia, Persaingan yang sangat ketat, harus diimbangi dengan strategi yang baik. Bisnis SPBU tidak hanya sekedar menjual BBM, tetapi juga layanan servis yang baik dan kemudahan akses serta fasilitas bagi konsumen, seperti minimarket, laundry, mushalla dan lainnya.
Karena itu, Petronas membuat SPBU berkonsep one stop shopping (layanan satu atap).

Sementara itu, Shell mengedepankan konsep QQS (Quality, Quantity and Service). Kualitas terbaik, dengan kuantitas (jumlah) yang tepat dan akurat serta layanan yang memuaskan konsumen. ''QQS ini merupakan tiga pilar yang dikembangkan Shell. Dan Shell akan terus konsisten menerapkan konsep ini tidak hanya sekadar kata-kata. Selama ini, karyawan Shell juga terus melayani konsumen dengan sikap yang santun, sopan dan menyenangkan hati konsumen.
(republika dan berbagai sumber)


Thursday, April 3, 2014

Berpikir Positif

Kita semakin menyadari sekarang jika berpikir positif dan berhenti mengkhawatirkan segala sesuatu adalah sesuatu yang penting kita lakukan dalam meraih suatu kerberhasilan, baik untuk menjadi pemimpin atau saat kita memimpin. Oleh karena itu, latihlah diri Anda untuk terus berpikir positif.
Berikut ini ada beberapa tips untuk mengembangkan cara berpikir positif.
  1. Selalu gunakan kata-kata yang positif saat Anda berpikir dan berbicara. Gunakan kata-kata seperti "Tuhan pasti memampukanku", "Dengan pertolongan Tuhan, aku pasti bisa melakukannya".
  2. Biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kebahagiaan, kekuatan, dan keberhasilan. Apa pun situasi yang Anda hadapi, carilah dan isilah pikiran Anda dengan sisi positif dari situasi tersebut. Dalam segala sesuatu, sisi positif dan negatif selalu ada. Seburuk apa pun situasi yang Anda alami, pasti ada sisi positif yang terkandung dalam situasi itu. Mungkin sulit untuk melihat sisi positif dari apa yang Anda alami, tapi cobalah lihat lebih dalam, sisi positif itu pasti ada.
  3. Cobalah untuk menghilangkan dan mengabaikan pikiran yang negatif. Gantikan pikiran yang negatif dengan pikiran-pikiran yang membangun. Ganti pikiran: "saya tidak bisa melakukan hal ini" dengan "saya bisa melakukan hal ini dengan lebih baik setiap saat saya memohon penyertaan Tuhan dan mencoba melakukannya".
  4. Sebelum melakukan sesuatu, jangan bayangkan sebuah kegagalan, tapi bayangkanlah keberhasilan yang Anda akan dapat setelah melakukan sesuatu hal tersebut. Jika Anda membayangkannya dengan sungguh-sungguh dan penuh iman, Anda akan terheran-heran dengan apa yang terjadi nantinya.
  5. Cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sering kali kita terjebak untuk terlalu banyak berpikir dan menghabiskan banyak waktu untuk menimbang-nimbang atau memikirkan apa yang orang lain mungkin pikirkan tentang diri kita. Hal itu akan membuat Anda tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Anda.
  6. Penuhi pikiran Anda dengan talenta-talenta anugerah Tuhan yang Anda miliki. Jangan biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kelemahan-kelemahan yang mungkin Anda miliki. Dengan memikirkan setiap talenta yang Anda miliki, nantinya Anda akan semakin mengenali kemampuan Anda yang membedakan Anda dari orang lain. Jadikan cara berpikir yang demikian itu sebagai topi Anda. Jangan pakai "topi pikiran negatif".
  7. Bergaullah dengan orang-orang yang berpikir positif. Pikiran yang positif itu seperti penyakit menular. Jika Anda berada di dekat orang-orang yang pikirannya dipenuhi kebahagiaan dan keoptimisan, Anda akan secara otomatis dipengaruhi oleh cara berpikir mereka yang positif.
  8. Bacalah buku-buku yang membangkitkan inspirasi -- setidaknya satu halaman setiap harinya. Buku-buku inspiratif seperti itu akan membantu Anda untuk dapat berpikir positif.
  9. Biasakan untuk selalu duduk dan berjalan dengan punggung tegak. Kebiasaan seperti itu akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kekuatan yang ada dalam diri Anda.
  10. Berjalan, berenang, atau berolahragalah. Hal-hal tersebut akan membantu Anda untuk mengembangkan pikiran dan sikap yang lebih positif.
Putuskan untuk berpikir positif mulai sekarang dan tinggalkan pikiran-pikiran yang negatif. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berpikir positif dan Anda akan segera mengalami hal-hal yang lebih baik daripada sebelumnya.

Berbagai sumber dan Dian Pradana

Wednesday, July 4, 2012

memanage emosi

Emosi bak dua sisi mata uang, satu sisi emosi dapat membantu  mendapatkan pekerjaan yang kita impikan. Sebaliknya, emosi juga bisa menjadi penghalang dalam mencapai potensi maksimal. Kemampuan menguasai emosi sangat diperlukan jika kita ingin maju. Berikut beberapa tips untuk memanage emosi:
  1. Tenangkan diri, Pasti ada saat-saat dimana emosi Anda meledak. Jangan bawa rasa marah ke ruangan atasan, dan menuangkan semua emosi Anda kepadanya. Atasan bukan tempat yang tepat untuk curhat hal-hal sepele yang seharusnya bisa Anda selesaikan sendiri. Sebaliknya, tarik diri Anda dari situasi yang tak mengenakkan, dankenali masalah yang membuat Anda marah. Setelah itu, analisa permasalahan, dan cari solusi.
  2. Membaca sinyal, bila Anda termasuk orang yang bersemangat dan penuh dengan untuk melaksanakan tugas-tugas yang sulit, manfaatkan energi tadi untuk memaksimalkan kelebihan yang Anda miliki. Tetapi, tetaplah melakukannya dengan hati-hati.
  3. Fakta pendukung, bila sedang melakukan suatu tugas yang membuat Anda sangat bersemangat, jangan lupa untuk melengkapinya dengan fakta-fakta dan angka-angka. Tetapi jangan lupa, untuk mendapatkan kepekaan bisnis yang baik, selain data yang obyektif dan dasar pemikiran yang kuat, “investasi emosional” juga perlu Anda miliki.
  4. Kerja sama dengan baik, kemampuan bekerja dalam tim merupakan keterampilan yang penting. Di lingkungan profesional, keberhasilan tim sangat tergantung dari kemampuan memberi dan menerima (take and give) antara para anggota tim yang bekerja sama demi mencapai tujuan. Sebagai pemimpin tim, kemampuan mengelola emosi diri sendiri dan emosi anggota lainnya merupakan keahlian tersendiri. Salah satu cara terbaik dalam mengatur emosi orang lain adalah dengan mendengarkan apa yang mereka katakan dan memperlihatkan empati terhadap apa yang mereka rasakan.
  5. Cari orang yang tepat, kadang-kadang hanya dengan mengeluarkan uneg-uneg kepada seseorang yangmengerti dinamika kantor akan dapat menenangkan emosi Anda. Melepaskan kekesalan kepada seseorang yang tidak memiliki tingkat emosional yang sama dengan Anda merupakan cara terbaik. Pilihlah tempat curhat dengan bijaksana, dan pikirkan dua kali sebelum menentukan siapa orangnya agar Anda tidak dikhianati.
  6. Menjaga keseimbangan hidup, cara lain untuk mendapatkan keseimbangan emosional di tempat kerja adalah dengan memiliki keseimbangan hidup di luar tempat kerja Anda. Bila Anda memiliki kehidupan pribadi yang menyenangkan, rasa bahagia akan terpancar diwajah Anda dan terbawa ke kantor. Akibatnya, meskipun Anda bertemu dengan hal-hal yang potensial memancing emosi, Anda bisa mengatasinya dengan wajar.

Wednesday, May 4, 2011

Komunikasi Efektif

 Semua sudut manusia, dalam perjumpaan dengan manusia lain kapanpun, dimanapun adalah membutuhkan komunikasi. Sampai–sampai dikatakan banyak masalah dalam kehidupan adalah akibat dari kegagalan berkomunikasi. Banyak orang mengatakan, jika sudah berbahasa sama dengan telah berkomunikasi, itu keliru. Berkomunikasi sampai batas tertentu membutuhkan bahasa, tetapi selama proses berbahasa itu tidak menghasilkan persamaan pengertian, atau lebih-lebih menggerakan untuk berbuat/bersikap tertentu, maka jadilah itu hanya berbahasa belaka. Komunikasi intinya adalah transmisi pesan/messages. Bahasa (=kata-kata, simbol matematik, diagram, gerak-gerik, dan semacamnya) adalah hanyalah kode yang dibentuk oleh komunikator untuk menyampaikan message. Dan message dikodekan (“Encoded”), maka mesagge is between the lines. Penerima kode (=komunikate) lalu harus mengurai kode itu (=decoding) menjadi message yang dimaksud.

Ada setidaknya objective/tujuan komunikasi, sebagai berikut :a. Menginformasikan sesuatu.
b. Mempengaruhi sikap.
c. Memberikan support psikologis.
d. Mempengaruhi perilaku (misal agar taat, memberi informasi).
e. Kombinasi dari keempatnya.

Agar tujuan komunikasi dapat tercapai ada 3 hal yang seharusnya dipenuhi:a. Attention (kalau komunikate acuh tak acuh bagaimana mungkin komunikasi berlangsung).
b. Comprehension (setelah tertarik komunikate seharusnya mengerti/paham)
c. Acceptance (komunikate menyetujui, percaya kebenaran yang terkandung di dalam message)

Untuk mencapai 3 hal diatas ada 3 karakter yang seharusnya diimiliki komonikator:
a. Dia harus jujur.
b. Dia harus rasa hormat
c. Dia harus menerangkan dengan jelas/tepat
d. Dikemukakan padat tidak panjang.

Komunikasi bisa satu-jalan atau dua-jalan
Terkadang tidak diperlukan feed back (umpan balik), ketika jelas-jelas nyata komunikate sudah paham (acceptance), maka disini diberlangsungkan cukup komunikasi satu-jalan. Namun jika konsekuensi pesan dianggap tidak/kurang terjadi, barulah dibuka komunikasi dua-jalan agar ada feed back. Persepsi Komunikate tidak jarang merespons atas dasar perhatiannya (attention) yang mengarah hanya pada porsi tertentu dari kode, bukan pada total kode. Porsi itu saja yang dipahami. Inilah persepsi. Persepsi yang melencengkan pemahaman total yang perlu diluruskan.

Ada beberapa penyebab persepsi :
1. Determinasi Perhatian.
Sebenarnya ada banyak yang harus diperhatikan oleh komunikate. Maka jangan-jangan pesan komunikator tidak begitu menjadi perhatian komunikate karena setidaknya ada 4 hal yaitu :
a. Kebutuhan.
b. Ekspektasi.
c. Nilai-nilai.
d. Keyakinan/belief
2. Bahasa dan Pemahaman.
Persepsi bisa terjadi karena pembahasan yang tidak sama. Atau pembahasan yang sama-sama diketahui tetapi dipahami secara lain
3. Distorsi dan Penolakan.
Pesan sendiri mungkin ambigu (kabur), maka bisa ditafsir secara lain (distorsi). Atau pemahaman terjadi tetapi tidak disetujui (ditolak)
4. Menilai Komunikator.
Pesan dipahami secara lain karena komunikate belum-belum sudah menilai (positive atau negative) diri komunikator sehingga pesan yang disampaikan kepada komunikate dipahami dengan dasar penilaian itu.

Komunikasi Verbal dan Non Verbal.
Komunikasi biasanya berlangsung dengan kata-kata, maka pemilihan kata-kata, nada suara, artikulasi, waktu/time, jumlah kata-kata menentukan ada–tidaknya attention, comprehension, dan acceptance. Tetapi boleh jadi ungkapan non-verbal bisa juga memperkuat atau memeperlemah  proses komunikasi (mencium, salam, kedipan mata, gerak tubuh, dll)

Overt dan Latent Meaning.
Komunikator terkadang tidak bisa menyampaikan dengn kode yang jelas (mungkin karena malu atau karena norma tertentu) sehingga apa yang dibahasakan (=overt) tidak sesuai dengan pesan yang dimaksud (=latent). Dalam keadaan ini, komunikate akan bisa salah menafsir. Misal, komunikator dengan rasa hormat terpaksa senyum tapi sebenarnya dia tidak suka.

Status Komunikasi.
Letak status bisa mempengaruhi perilaku berkomunikasi. Jika berada pada status yang lebih tinggi bisa jadi komunikator menguasi pembicaraan tanpa merasa perlu mendapat feed back, memaksakan pikirannya, memotong pembicaraan. Sedang komunikator dengan status lebih rendah bisa cenderung memberi kesan diri positif kepada mereka yang statusnya lebih tinggi (dengan senyum, hanya bisa bilang ya…ya…, menghindari rasa tidak setuju). Bisa terjadi juga, orang dengan status lebih rendah lebih bangga/lebih puas/lebih bernilai kalau bisa berkomunikasi dengan orang dengan status lebih tinggi. Sedangkan orang dengan status lebih tinggi lebih suka hanya berkomunikasi dengan orang yang berstatus sama tingginya.

Komunikasi Organisasional.
Ini komunikasi formal antara atasan-bawahan yang berlangsung dengan aturan-aturan hirarkikal. Secara fungsional ada 3 macam: downward, upward dan lateral, yang terkait satu terhadap yang lain sebagai network/jejaring
a. Downward: dari atas ke tengah dan mungkin harus terus ke bawah. Berupa arahan/direksi, instruksi, inspirasi, evaluasi, informasi (tentang tujuan, kebijakan, aturan, insentif, tunjangan, privelesi), umpan balik atas  terhadap kinerja bawahan. Medianya bisa meeting, telpon, bulletin, orientasi, pelatihan, dan apapun media lain. Jika diteruskan kebawah lagi, ada masalah untuk menyaring sampai bisa terjadi pesan dari puncak jadi lain setelah tiba pada paling bawah
b. Upward: dari bawah ke atasnya berjalan melalui ratai komando. Dalam hal ini atasan tengah mencari informasi tentang kegiatan, keputusan, dan kinerja bawahannya. Atasan minta atau perlu diberi laporan tersebut yang berupa kualitas dan kuantitas kinerja yang telah dicapai, usulan, rekomendasi, proposal budget, opini, keluhan, permintaan petunjuk, permintaan bantuan. Ada bahaya, bawahannya lapor apa-apa yang menyenangkan, lapor apa-apa yang tidak mengancam dirinya. Ada bahaya lagi, pesan dari paling bawah difilter oleh atasannya menjadi lain pesannya setelah tiba di puncak.
c. Lateral:  Dilakukan antar status yang sama atau dengan apapun status tetapi tanpa ada hubungan wewenang (=authority), agar terjadi kerjasama dalam koordinasi dan pemecahan masalah (problem solving). Biasanya komunikasi cara ini lebih cepat dan langsung.
Disamping 3 macam itu, masih ada 1 macam lagi yaitu : komunikasi informal manakala bawahan pun bisa berteman dengan atasan sebagai antar-pribadi. Sampai batas tertentu informalitas ini justru bisa dengan lebih mudah digunakan untuk penyelesaian tugas-tugas formal. Memang informalitas ini bisa  menjadi sumber timbulnya gossip atau rumor (kasak-kusuk) baik positif maupun negatif.
Efektivitas Jejaring tersebut. Jejaring itu efektif jika memenuhi tiga kriteria antara lain :
a. Efisiensi (network efficiency), yaitu memasok informasi yang akurat dan relevan.
b. Ekonomis (network economy), yaitu berlangsung dengan biaya minimal
c. Memuaskan komunikasinya bagi semakin banyak anggota organisasi.
Tiga kriteria ini tidak selalu kompatibel, artinya saat bisa efisiensi tetapi belum tentu ekonomis dan memuasakan, begitu sebaliknya.

Sumber: Jangkung K

Shift Kerja dan dampaknya

Shift kerja menurut Riggio (1996),”Work shift are any sort of scheduling in which groups of employees alternate working time to keep the work place in extended or continuous operation”.  Yang berarti bahwa shift kerja adalah bentuk penjadwalan kerja dimana kelompok kerja mempunyai alternatif untuk tetap bekerja dalam perpanjangan operasi atau operasi yang terus-menerus. Alasan penting mengapa shift kerja sering dipakai sampai saat ini karena:

a. Orientasi produksi badan usaha yang harus terus-menerus beroperasi (24jam) untuk memenuhi permintaan barang atau jasa dari produk. Ini mengharuskan badan usaha menggunakan 2 atau bahkan 3 shift untuk menutup permintaan tersebut.

b. Alasan biaya, mahalnya biaya set-up mesin-mesin pabrik jika sampai proses produksi terhenti, hal ini banyak terjadi pada mesin-mesin industri berat yang bila mesin sampai dimatikan maka membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kinerja seperti semula.
 
c. Bagi pada pekerja sendiri lebih fleksibel dalam mengatur kepentingan dan kebutuhan mereka dengan waktu kerja.

Dampak Shift kerja
Tubuh manusia mempunyai daya tahan yang terbatas, kondisi tersebut menyebabkan beragam dampak dari shift kerja karena unsur-unsur yang manusiawi yaitu physiological variable seperti halnya, denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh juga non-physiological variable seperti kinerja individu, tingkat kewaspadaan dan lain sebagainya akan lebih baik pada siang hari dan rendah di malam hari. Siklus ini akan berulang setiap 24 jam dan disebut juga dengan “Carcadian Cycle”  Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Glueck (1978)”Second and third shift work generally affects employees adversely, it interferences with time-oriented bodily functions, such as digestion, sleeping, and elimination”.  Dampak dari shift kerja menurut Dipboye (1995) adalah sebagai berikut:
a. Job performance, perubahan jadwal shift secara terus-menerus menyebabkan pekerja harus terus menyesuaikan dengan perubahan yang ada, seperti waktu istirahat dan waktu kerja. Sehingga dapat terjadi perbedaan kinerja antar shift di badan usaha.
b. Job-Related Attitude, pekerja yang bekerja pada shift malam sering menunjukkan sikap dan emosi yang negatif.
c. Personal Health, shift kerja dapat mengganggu kesehatan secara fisik maupun mental.
d. Social and Domestic Factor, pekerja yang sudah berkeluarga atau pekerja wanita akan kesulitan dalam bersosialisasi, komunikasi dan aktivitas religius dengan lingkungannya karena jadwal kerja.

Jenis Shift Kerja
Shift kerja dapat diatur menurut kebutuhan dan kondisi dari badan usaha, Coleman (1995) membagi shift kerja menjadi 6 bentuk, yaitu:
a. Fixed Shift, setiap karyawan sudah mempunyai jam kerja tetap dan tidak bisa diubah.
b. Rotating Shift, karyawan secara bergiliran bekerja pada shift kerja yang telah diatur.
c. Oscilatting Shift, satu kelompok dari karyawan mempunyai shift tetap dan sisa dari kelompok dirotasi.
d. Primary Shift, setiap karyawan punya shift tetap tetapi dapat berpindah ke shift yang lain untuk sementara waktu.
e. Staggered Shift, shift tetap dengan nomor waktu mulai dan nomor karyawan.
f. Mixed Shift, gabungan dari dua atau lebih bentuk shift diatas untuk pekerja dalam satu bagian atau departemen yang sama.   

Sumber:
Riggio, Ronald E., Introduction to Industrial / Organizational Psychology, Second Edition , Harper Collins College Publisher, 1996.
Glueck, William, F., Personnel a Diagnostic Approach, McGraw-Hill International Edition, New York, 1978.
Coleman, Richard M., The 24 Hour Business: Maximizing Productivity Through Round-The-Clock Operations, Amacom division of American Management Association, Library of Congress Cataloging-in-Publication Data, New York, 1995
Dipboye, L., Robert., and Carlla S.M., Understanding An Industrial and Integrated Organizational Approach Psychology, Hourcourt Brace International Edition, Forth Worth, 1994.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...