Pages

Tuesday, May 3, 2011

IT Risk Management vs IT Security

Apakah IT Risk Management (ITRM) bagian dari IT Security atau 
IT Security bagian dari ITRM?

Boleh jadi kebanyakan orang tidak ambil pusing dengan pertanyaan tersebut, buat apa mempermasalahkan hal ini?, apa manfaatnya?, dan orang yang mempermasalahkan ini akan dianggap mengada-ada saja. Tetapi sebetulnya jika diteliti lebih dalam lagi, sangat diperlukan adanya klarifikasi yang dapat membuat hal ini lebih jelas, karena kalau tidak jelas, ada kemungkinan apa yang dihasilkan akan menjadi tidak optimal.

Dalam rangka melakukan klarifikasi hal ini, dapat dimulai dengan menganalisa metoda yang digunakan dari berbagai sudut pandang. Sebagai contoh, di satu sisi, ada yang mengatakan bahwa salah satu implementasi mitigasi risiko dalam ITRM adalah dengan menerapkan IT Security & Control atau disingkat IT Security saja. Di sisi lain, ada juga yang mengatakan bahwa dalam rangka menerapkan IT security yang optimal dan efektif terlebih dahulu harus dilakukan IT risk assessment yang merupakan komponen dari IT risk management.

Orang ORM (Operational Risk Management) mengatakan bahwa unit kerja IT, yang merupakan bagian dari unit kerja yang memiliki potensi risiko operational, seperti halnya unit kerja HR, Humas dsb, harus memiliki proses risk management, sehingga dinamakan IT Risk Management, sama halnya seperti HR Risk Management dsb. Orang ORM juga mengatakan bahwa salah satu mitigasi dari ITRM adalah dengan menerapkan IT Security.

Orang IT yang mengatakan bahwa agar operasional IT dapat berjalan sesuai harapan, efektif dan aman maka perlu diimplementasikan IT Security yang memadai. Pada disiplin ilmu IT Security dikatakan bahwa agar implementasi IT Security dapat berjalan secara efektif, terlebih dahulu perlu dilakukan IT risk assessment.

Sehingga jika melihat uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sudut pandang ORM, IT Security adalah bagian dari ITRM, sedangkan jika dilihat dari sudut pandang IT, ITRM adalah bagian dari IT Security dan ini dipertegas lagi dengan kenyataan yang berlaku luas (sesuai ISO 27000) yang menyatakan bahwa information security risk management adalah bagian dari information security.

Istilah information security muncul sebagai pengembangan dari IT security bahwa security terhadap information tidak hanya terbatas pada unit kerja IT saja tetapi harus menyeluruh pada unit kerja lainnya di suatu organisasi.

Di dalam information security terdapat proses information security risk management, sehingga pada information security nampaknya tidak ada pertentangan lagi, tetapi sudah jelas bahwa information security risk management adalah bagian dari information security. Nampaknya istilah information security risk management tidak dikenal di dalam ORM, di dalam ORM hanya dikenal ITRM

berbagai sumber

Membangun database pelanggan

Marketing pada era digital saat ini tidaklah lengkap jika tidak ditunjang dengan teknologi informasi. Tanpa database, khususnya database mengenai pelanggan ibarat komandan  yang maju perang tanpa dibekali dengan daftar nama prajurit maupun peta pertempuran. Adapun software database antara lain adalah: Ms. Access, MySQL, Oracle, SQL Server. Dan berikut adalah langkah-langkah untuk mendesain sebuah database:

1. Analisis Persyaratan: Langkah pertama dalam mendesain sebuah aplikasi database adalah memahami dan mengetahui data apa yang harus disimpan di dalam database, aplikasi apa yang harus dibangun diatasnya, dan jenis operasi apa yang lebih banyak digunakan, dan subjek untuk melakukan persyaratan yang ada. Dengan kata lain, kita harus tahu apa yang diinginkan pengguna database tersebut. Biasanya ini adalah sebuah proses informal yang melibatkan partisipasi kelompok pengguna, studi tentang lingkungan pegoprasian saat ini dan bagaimana perkiraan perubahan lingkungan tersebut, analisis dokumen yang ada dalam suatu aplikasi yang diharapkan akan diganti atau dilengkapi oleh database, dan seterusnya. Banyak metodologi yang diusulkan untuk menyusun dan menampilkan informasi yang dikumpulkan pada langkah tersebut. Beberapa alat otomatis pun telah dikembangkan untuk mendukung proses ini.
2. Desain Database Konseptual: Informasi dikumpulkan pada saat analisis persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang harus disimpan dalam database, bersama dengan batasan yang telah diketahui untuk menetapkan penyimpanan data tersebut. Langkah ini sering dilakukan dengan menggunkan model ER. Model ER adalah salah satu dari model data tingkat tinggi, atau semantik, yang digunakan dalam desain database. Tujuannya adalah menciptakan gambaran sederhana tentang data yang mirip dengan pemikiran pengguna dan pengembang mengenai data tersebut (orang dan proses yang dinyatakan dalam data tersebut). Hal tersebut menfasilitasi diskusi di antara orang-orang yang terlibat dalam proses desain, bahkan mereka yang tidak mempunyai latar belakang teknis. Pada saat yang sama, desain awal harus akurat untuk membantu ketapatan translasi ke dalam sebuah model data yang didukung oleh sistem database komersial (yang dalam prakteknya berarti model relasional).
3. Desain Database Logika: Harus dipilih sebuah DBMS untuk mengimplementasikan desain database, dan mengubah konsep desain database menjadi sebuah skema database dalam model data dari DBMS terpilih.
4. Perbaikan Skema: Langkah berikutnya  adalah analisis sekumpulan relasi dalam skema database relasional untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul, dan memperbaikinya. Berbeda dengan alaisis persyaratan dan langkah-langkah desain konseptual, yang secara esensial bersifat subjektif, perbaikan skema dapat dipandu oleh beberapa teori yang kuat dan bagus.  Langkah keempat ini, para akademis IT lebih sering disebut dengan Normalisasi.
5. Desain Database Fisik: pada langkah ini, dipertimbagkan beban kerja umum yang diharapkan dapat didukung oleh database dan memperbaiki desain database di masa mendatang untuk memastikan terpenuhinya kriteria performa yang diinginkan. Langkah ini hanya mencakup pembuatan indeks pada beberapa tabe dan mengelompokkan beberapa tabel, atau bahkan melibatkan desain ulang yang substansial terhadap beberapa bagian skema database yang didapat dari langkah pertama desain database.
6. Desain Aplikasi dan Keamanan: Semua proyek perangkat lunak yang melibatkan sebuah DBMS harus mempertimbangkan aspek aplikasi yang berada di luar database itu sendiri. Metodologi desain seperti UML mencoba menekankan desain perangkat lunak dan siklus pengembangan yang lengkap.

Database pelanggan
Sebuah pusat database pelanggan akan dapat membantu mendorong penjualan dan pada akhirnya  mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi pada kegiatan pemasaran. Apa yang membuat sebuah database pelanggan dikatakan baik? Jawabannya tentu akan tergantung pada kebutuhan spesifik dari perusahaan, dibawah ini adalah beberapa kriteria mengenai database pelanggan yang baik:

1. Database pelanggan harus mampu melacak (track) sumber lead
2. Bentuknya Sederhana (user friendly)
3. Mudah untuk menemukan kontak

Database pelanggan yang baik akan sangat bermanfaat untuk menunjang sistem Customer Relation Management (CRM) yang akan membantu perusahaan untuk menjadi lebih produktif.
Sistem CRM akan membatu perusahaan antara lain untuk:
- mengingatkan kapan akan mengirim email atau brosur,
- menyimpan data sejarah dari pelanggan
- catatan panggilan telpon
- jumlah komplain
- jumlah pembelian dan cara pembayarannya
- dan sebagainya

berbagai sumber



Monday, May 2, 2011

Database Management System (DBMS) sebagai penunjang Customer Relationship Management (CRM)

DBMS
Pengertian database sendiri  adalah sekumpulan data yang berhubungan dengan secara logika dan memiliki beberapa arti yang saling berpautan. Database pelanggan merupakan daftar yang terdiri dari nama-nama pelanggan dimana marketer telah menambahkan informasi  tambahan sesuai dengan sistem yang mereka pilih. Daftar ini terdiri dari pelanggan aktif, pelanggan tidak aktif, inquirers  serta referrals. Database pelanggan merupakan kunci dalam membina hubungan dengan konsumen yang kuat serta retensi konsumen.  Daftar ini juga menjadi kendaraan dimana suatu perusahaan menyimpannya sebagai sebuah dokumen komprehensiv atas tiap pelanggan. Informasi ini dapat meliputi pembelian pelanggan, demografi (umur, tempat tanggal lahir, pendapatan, status pernikahan), psikografi (aktivitas, ketertarikan, opini), dan hal yang lainnya. Data-data yang telah didapatkan serta dikumpulkan ini kemudian digunakan oleh marketer guna melakukan pendekatan lebih lanjut terhadap konsumen dan membina hubungan yang lebih dekat terhadap tiap pelanggan. Semakin kuat hubungan perusahaan dengan pelanggan, maka intensitas pembelian ulang yang dilakukan oleh pelanggan akan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan hubungan yang jauh terhadap tiap pelanggan. Database Management System (DBMS) sebenarnya merupakan paket program (Software) yang dibuat agar memudahkan dan engefisienkan: input, editing, penghapusan dan pengambilan informasi terhadap suatu database. Adapun software yang dapat digolongkan kedalam DBMS antara lain, Microsoft SQL, MySQL, Oracle, MS. Access. DBMS ini memungkinkan seorang user untuk dapat mendefinisikan, membuat, dan memelihara serta menyediakan akses terkontrol terhadap data.
DBMS yang utuh biasanya terdiri dari :
1. Hardware
Hardware merupakan sistem komputer yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses databse. Dalam sebuah organisasi berskala besar, hardware terdiri : jaringan dengan sebuah server pusat dan beberapa program client yang berjalan di komputer desktop.
2. Software beserta utility
Software adalah DBMS yang aktual. DBMS memungkinkan para user untuk berkomunikasi dengan database. Dengan kata lain DBMS merupakan mediator antara database dengan user. Sebuah database harus memuat seluruh data yang diperlukan oleh sebuah organisasi.
3. Prosedur
Bagian integral dari setiap sistem adalah sekumpulan prosedur yang mengontrol jalannya sistem, yaitu praktek-praktek nyata yang harus diikuti user untuk mendapatkan, memasukkan, menjaga, dan mengambil data
4. Data
Data adalah jantung dari DBMS. Ada dua jenis data. Pertama, adalah kumpulan informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi. Jenis data kedua adalah metadata, yaitu informasi mengenai database.
5. User
Ada sejumlah user yang dapat mengakses atau mengambil data sesuai dengan kebutuhan penggunaan aplikasi-aplikasi dan interface yang disediakan oleh DBMS, antara lain adalah: database administrator, enduser, programmer aplikasi

CRM 
Para marketeer mencari berbagai cara yang paling optimal serta efisien dalam memaksimal keuntungan perusahaan. Dua cara terdefinisikan guna meraih tujuan ini.:
1. mencari pelanggan baru 
2. melakukan pendekatan kepada pelanggan yang sudah ada untuk kembali membeli barang atau menggunakan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. 
Akan tetapi, sudah banyak pembuktian bahwa pencarian pelanggan baru bukanlah cara yang paling tepat dikarenakan cara ini tidak dapat meraup keuntungan sebanyak dengan sistem retensi pelanggan. Oleh karenanya para marketer lebih memilih untuk mengarahkan program pemasaran mereka dengan pendekatan retensi pelanggan yang sudah mereka miliki.  
Customer Relation Management (CRM) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service). Tujuan utama dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan, dan menyediakan umpan balik yang lebih efektif.

DBMS dan CRM 
Bagaimanakah cara perusahaan menjaga konsumennya? tentunya dengan  cara membuat konsumen puas serta senang. Karena pelanggan yang senang akan cenderung bersifat loyal, yang akan membawa efek benefisial, yakni profit lebih tinggi untuk perusahaan selama kehidupan mereka. Beberapa alasan yang mendasari hal ini adalah sebagai berikut:
1.konsumen yang loyal cenderung meningkatkan konsumsi mereka terhadap produk
2.konsumen loyal cenderung membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk dilayani dibandingkan dengan konsumen baru
3.konsumen loyal cenderung bersifat sebagai pelanggan yang senang dan membicarakan perusahaan ke arah yang positif, atau biasa dikenal dengan istilah buzz advertising.
4. Konsumen loyal cenderung kurang sensitive terhadap harga, sehingga berapapun harga yang ditawarkan oleh perusahaan, akan tetap dibeli oleh pelanggan tersebut karena pelanggan sudah percaya dengan perusahaan dan tidak perlu memikirkan lagi tentang faktor harga.

Setelah perusahaan mengumpulkan data konsumen melalui berbagai cara, seperti pengisian kuisioner, registrasi data pribadi melalui web, serta cara-cara lainnya, maka data ini kemudian akan dikembangkan oleh marketeer untuk digunakan sebagai  tujuan-tujuan tertentu. Adapun beberapa cara guna menggunakan database konsumen ini antara lain, profil konsumen. Melalui data demografis, geografis, sosial, fisiologikal, dan behavioral maka marketer dapat secara lebih dekat mengerti strategi marketing apa yang harus digunakan guna mendekatkan perusahaan terhadap individu-individu yang berbeda. Pendekatan terhadap konsumen terbaik perusahaan juga dapat dilakukan. Kemudian, melalui database konsumen, perusahaan dapat mengembangkan program komunikasi pelanggan, dimana one-on-one communication menjadi benefit utama atas penggunaan database pelanggan ini. Riset marketing yang berkaitan dengan performa perusahaan serta konsumen potensial juga menjadi keuntungan bagi perusahaan yang dapat memaintenance database pelanggan secara baik. Tentunya, riset ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja dari perusahaan serta menambah profit.

Dalam kaitannya dengan CRM, 
CRM adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan yang direncanakan untuk mengidentifikasi serta memaksimalisasi nilai konsumen. Dalam hal ini, peranan database management system (DBMS) sangat penting untuk  menudukung pemanfaatan potensi CRM secara menyeluruh.

Sumber:
Chaffey, Mayer, Johnson, dan Chadwick, (2000)
Wikipedia
Spiller & Baier, (2009)
www.sugarcrm.com/






Thursday, February 10, 2011

Menu Sarapan Sehat Penurun Berat Badan

Tidak sarapan bukan cara yang tepat untuk bisa menurunkan berat badan, cara tersebut justru bisa membuat Anda berisiko dengan berbagai penyakit Dengan sarapan yang sehat Anda justru dapat menurunkan berat badan dengan tetap sehat dan berenergi. Tak sedikit orang yang sering melewatkan sarapan dengan alasan terburu-buru atau ingin menurunkan berat badan. Padahal terlalu sering tidak sarapn bisa berbahaya bagi jantung. Orang yang tidak sarapan lebih cenderung untuk ngemil makanan kecil atau makanan manis yang kemungkinan memiliki asupan serat, vitamin dan mineral yang rendah. Jadi, tidak sarapan bukannya menurunkan berat badan tapi justru memicu kegemukan, kolesterol dan diabetes.

Berikut beberapa sarapan sehat yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan:

Beras merah manis.
Beras merah manis dapat memberikan manfaat nutrisi dari biji-bijian dan serat yang akan membuat perut kenyang untuk waktu yang lama. Untuk sarapan, masak beras merah pada malam hari sebelumnya, kemudian tambahkan sedikit madu dan apel cincang di nasi pada pagi harinya.

Roti panggang isi tuna.
Memasak roti panggang isi tuna memang sedikit rumit, tapi bila Anda ingin sarapan sehat sekaligus menurunkan berat badan, makanan ini bisa jadi salah satu pilihan terbaik. Coba ubah kebiasaan Anda mengisi roti bakar dengan keju atau mentega, dengan menggantinya dengan sedikit tuna dicampur mayones rendah lemak.

Makan telur rebus putihnya saja.
Telur rebus adalah jenis sumber protein yang akan membuat perut kenyang untuk waktu yang lama. Jika ingin mengurangi kolesterol, Anda bisa makan putih telurnya saja. Untuk pilihan sarapan telur lainnya, cobalah membuat omelet telur dengan campuran keju bebas lemak, bayam dan tomat.

Susu rendah lemak tinggi kalsium.
Susu rendah lemak dan tinggi kalsium juga pilihan tepat untuk sarapan sehat. Nutrisi kalsium dan vitamin D pada susu sapi formula sangat penting untuk dapat membantu menurunkan berat badan.

Cegah Diabetes Dengan Minum Susu

Penelitian terbaru menyarankan agar kita mengonsumsi produk olahan susu dengan kadar lemak rendah, seperti smoothie yang dibuat dari yogurt rendah lemak. Tapi jangan juga lupa untuk melengkapinya dengan rutin berolahraga. Kesimpulan ini didapat dari 10 tahun penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 responden. Mereka kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Pertama adalah kelompok yang mengonsumsi berbagai jenis produk susu dan kelompok kedua tidak mengonsumsi olahan susu sama sekali. Hasilnya, kelompok pertama memiliki resistensi insulin 70 persen lebih rendah.Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana kepekaan hormon insulin mengalami penurunan dan membuat kadar gula darah kita tidak seimbang atau kelebihan gula darah. Umunya obesitas atau kegemukan, ditandai dengan meningkatnya resistensi insulin.

Namun gula susu (laktosa) yang diubah menjadi gula darah diproses lebih lambat, sehingga baik untuk mengontrol kadar gula darah dan menurunkan tingkat insulin. Protein dalam susu akan membantu menjaga kekebalan tubuh kita. Sedangkan kandungan lemaknya akan membuat kita juga merasa terpuaskan. Nikmati juga nutrisi lain dari produk-produk olahan susu yang juga bermanfaat, seperti kalsium, magnesium, dan potasium.

Mari Hadapi Diabetes Dengan

Mengonsumsi 2 porsi susu
Setiap porsi akan memotong resistensi insuli yang berlebih hingga 20 persen.

Lakukan penukaran.
Pilihlah produk-produk olahan susu, ketimbang camilan berkarbohidrat tinggi dan rendah serat, seperti minuman bersoda, permen, atau makanan cepat saji.

Dampingi susu dengan buah, sayur dan gandum utuh.
Kita bisa menambahkan potong buah segar di dalam yogurt saat sarapan. Atau melelehkan keju rendah lemak di atas roti gandum utuh.

Mengenali Factor Penyebab Penyakit Asam Urat

Ada anggapan bahwa asam urat adalah penyakitnya orang kaya, yang hidupnya serba enak sehingga jarang olahraga. Namun ternyata, penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Ada beberapa hal yang bisa dikenali sebagai faktor risiko serangan asam urat atau disebut juga gout.

Beberapa ciri orang yang punya faktor risiko mengalami serangan gout

Peminum alkohol.
Selain makanan, jenis minuman tertentu juga kaya akan kandungan purin. Salah satunya adalah minuman keras beralkohol.

Pria.
Asam urat sering dianggap sebagai penyakitnya pria. Anggapan ini ada benarnya, sebab wanita lebih banyak memproduksi hormon esterogen yang mampu mencegah pembentukan asam urat.

Pemilik tubuh gemuk.
Jaringan tubuh yang lebih banyak pada orang gemuk membuat proses penguraian purin menjadi asam urat lebih cepat sehingga mudah mengalami penumpukan. Jika tidak diimbangi dengan banyak minum air putih, maka risiko untuk terkena penyakit asam urat akan semakin tinggi.

Penggemar seafood.
Asam urat merupakan penyakit radang yang dipicu oleh pengkristalan asam urat (uric acid). Asam ini merupakan sisa metabolisme purin, yakni senyawa alami yang terdapat dalam beberapa jenis makanan, misalnya jeroan dan seafood.

Keluarga penderita asam urat.
Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko serangan asam urat. Sekitar 18 persen penderita asam urat memiliki riwayat penyakit yang sama pada salah satu anggota keluarganya, entah dari orang tua maupun kakek-neneknya.

5 Jenis Sakit Kepala Yang Harus Di Kenali

Mengobati sakit kepala tidak boleh sembarangan, sebab jenis dan penyebabnya berbeda-beda. Sebab jika tidak hati-hati, salah pilih obat malah dapat memicu jenis sakit kepala yang lain. Jenis sakit kepala yang paling ringan memang bisa sembuh dengan obat sakit kepala biasa. Namun ada juga yang harus diikuti dengan pemberian antibiotik, atau bahkan suplemen untuk memelihara fungsi saraf.
Ada lima  jenis sakit kepala yang harus di kenali sebagai berikut:
1. Tension headache
Merupakan jenis sakit kepala yang paling umum, berupa nyeri atau pegal yang dirasakan secara konstan di sekitar pelipis atau leher dan kepala bagian belakang. Tidak separah migrain, tension headache tidak disertai mual dan muntah dan tidak terlalu mengganggu aktivitas.
2.  Cluster headache
Jenis sakit kepala yang satu ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Biasanya terjadi secara mendadap pada satu kelompok, dengan gejala nyeri yang parah pada salah satu sisi kepala. Kadang disertai mata berair, hidung tersumbat, serta ingus meler pada sisi kepala yang sama. Seseorang yang mengalaminya akan merasa gelisah, tidak nyaman seperti pada penderita migrain.
3. Sinus headache
Sinus yang mengalami radang karena infeksi bisa menyebabkan nyeri di kepala. Biasanya disertai demam, dan perlu diperiksa degan MRI atau CT Scan untuk mengetahui perubahan komposisi cairan, atau dengan fiber optic untuk melihat adanya nanah.
4. Rebound hadache
Jangan sembarangan menggunakan obat pereda nyeri, sebab penggunaan secara berlebihan adalah salah satu penyebab jenis sakit kepala yang satu ini. Rebound headache adalah sakit kepala yang terus beulang, dan kadang-kadang justru semakin parah setiap kali diobati.
5.  Migraine headache
Jenis sakit kepala sebelah yang juga banyak ditemukan ini merupakan gangguan neurologis (saraf) dan didefinisikan dengan kriteria sebagai berikut:
- Sebelumnya pernah mengalami sakit kepala tak kurang dari 5 kali
- Berlangsung selama 4 hingga 72 jam
- Mengalami 2 dari 4 keluhan berikut: sakit kepala sebelah; kepala berdenyut; nyeri sedang hingga parah; tidak bisa melakukan aktivitas rutin
- Disertai salah satu gejala sebagai berikut: mual dan/atau muntah; menjadi sensitif terhadap bunyi dan cahaya.
Beberapa obat yang dijual bebas diklaim bisa mengatasi migrain dan memelihara fungsi saraf. Namun untuk memastikan tidak ada masalah serius dengan sistem saraf, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...